catatan lkpm galaxy
LEMBAGA KOMUNIKASI DAN PEMBERDAYAAN MAHASISWA
Jumat, 15 April 2011
DIESNATALIS STKIP PGRI BLITAR 2011
Saksikanlah DIESNATALIS STKIP PGRI Blitar yang ke-41, dan ikutilah lomba-lomba dan kegiatan-kegiatan dalam perayaan DIESNATALIS STKIP PGRI Blitar.
Berbagai macam kegiatan akan dilaksanakan untuk memeriahkan acara tersebut, antara lain jalan sehat, Panggung Gembira, Festival Musik, Festival Theater Pelajar, Menggambar 3 Dimensi, Rangking 1 STKIP PGRI Blitar dan sebagainya.
Selasa, 29 Maret 2011
SUARA MAHASISWA
Entri ini disediakan untuk mahasiswa STKIP PGRI Blitar maupun alumni untuk komentar seputar kampus STKIP PGRI Blitar, ORMAWA DOSEN maupun karyawan STKIP PGRI Blitar. silahkan masukkan komentar-komentar anda disini.
Senin, 14 Maret 2011
DAFTAR PESERTA YANG MASUK BABAK FINAL LOMBA ESAI DAN ARTIKEL
DAFTAR PESERTA YANG MASUK BABAK FINAL
“LOMBA ARTIKEL”
NO | NAMA | ASAL SEKOLAH | JUDUL KARYA |
1 | FADLILLAH AKMAL Y. | SMAN 1 TALUN | REOG KENDANG BUDAYA TERSEMBUNYI DARI TULUNGAGUNG |
2 | DIAN BUDI P. | SMKN 1 NGLEGOK | MEMAKNAI PESAN MORAL FOLKLORE LISAN DESA GLEDUG KECAMATAN SANANKULON KAB. BLITAR |
3 | NURI HERMAWAN | MAN KUNIR | PROBLEMA PENDIDIKAN DI SEKOLAH DALAM MENEGUHKAN BUDAYA JUJUR |
4 | M. ALFAFIRI | SMKN 1 NGLEGOK | MENGGALI NILAI MORAL DARI CERITA ASAL-USUL DESA SUMBER WUNGU KECAMATAN NGLEGOK KAB. BLITAR |
5 | FANDI HENDRIAWAN | SMKN 1 POGGALAN TRNGGALEK | EKSOTISME TURANGGA YAKSA |
6 | M. ABDURROCHMAN | MA PONDOK MODERN DARUL HIKMAH TULUNGAGUNG | MENGGALI BUDAYA LOKAL, MENGANGKAT MARTABAT BANGSA |
7 | FARELLA BRAYULENDAR DEA | SMKN 1 POGGALAN TRENGGALEK | KESENIAN TIBAN SEBAGAI PERMOHONAN KEPADA TUHAN YME UNTUK DITURUNKAN HUJAN |
8 | ARY NUR SYAMSIAH | MAN 2 MADIUN | KRAMA INGGIL SEBAGAI SIMBOL TATA KRAMA |
9 | SHINTA ROHMI M.I | MAN 2 MADIUN | KEBUDAYAAN YANG SEMAKIN TERPINGGIRKANOLEH KEMAJUAN ZAMAN |
10 | YULI RAFITASARI | MA PONDOK MODERN DARUL HIKMAH TULUNGAGUNG | KEBUDAYAAN DAN KE’ARIFAN LOKAL DALAM BUDAYA SENI BATIK |
Peserta yang masuk babak final harus mempersiapkan slide untuk presentasi pada tangal 20 maret 2011 jam 08.00 s.d selesai, di kampus STKIP PGRI Blitar, memakai seragam sekolah masing-masing.
LOMBA ESAI
NO. | NAMA | ASAL SEKOLAH | JUDUL KARYA |
1 | MEY SULASTRI | SMKN 1 NGLEGOK | BAHASA JAWA DIANTARA ARUS GLOBAL DAN BAHASA GAUL |
2 | ITA SEPTYA W. | SMKN 1 NGLEGOK | TINGKEBAN ALA PONOROGO : MENGGALI NILAI DALAM BUNGKAHAN TRADISI |
3 | BINTI SOLIHAH M. | SMKN 1 NGLEGOK | NGGAK KENAL BARITAN (TAKIR PLONTANG)? PLIIIS DECH! |
4 | DESI ALFIAH | SMKN 1 NGLEGOK | MENGENAL BERBAGAI JENIS SELAMATAN DI JAWA TIMUR |
5 | AFYUDIN TSAQIF F. | SMKN 1 NGLEGOK | CERITA RAKYAT: MEDIA MENANAMKAN MORAL DAN KECINTAAN BUDAYA LOKAL PADA ANAK |
6 | UMI KHASANAH | SMAN 1 KADEMANGAN | JAMURAN GEGE |
7 | FADHOL M.L.A | MAN 2 MADIUN | MENGEMBALIKAN KEARIFAN BUDAYA LOKAL JAWA TIMUR MUNGKINKAH? |
8 | SAYYEDA ANNI M. | MAN 2 MADIUN | DOLANAN BUDAYA YANG TERLUPAKAN |
Peserta yang masuk babak final harus mempersiapkan slide untuk presentasi pada tangal 20 maret 2011 jam 08.00 s.d selesai, di kampus STKIP PGRI Blitar, memakai seragam sekolah masing-masing.
Rabu, 23 Februari 2011
TERM OF REFERENCE (TOR) LOMBA ESAI DAN ARTIKEL
I. DASAR PEMIKIRAN
Indonesia selama ini dikenal sebagai negara yang mempunyai ragam suku dan budaya. tercatat lebih dari puluhan macam suku yang tersebar di Indonesia. Mulai dari sabang hingga merauke mereka hidup dalam satu kebangsaan. Keragamaan suku dan budaya inilah yang menjadikan Indonesia memiliki daya tawar lebih dari negara lain dalam hal kebudayaan. Hal ini sudah diakui oleh dunia. Bahkan dunia menghargai dan menghormati Indonesia bukan karena prestasi ekonomi, olahraga, apalagi politik, tetapi karena kekayaan budayanya yang adiluhung.
Badan dunia UNESCO telah memasukkan wayang dan keris Indonesia sebagai “Masterpiece dunia” atau sebagi intangible cultural heritage, atau warisan budaya tak benda. Konvensi untuk melindungi warisan budaya tak benda oleh UNESCO kemudian diratifikasi Indonesia menjadi PP No. 78 tahun 2007, dan terhitung sejak 15 januari 2008 indonesia berhak menjadi Negara anggota tersebut. Termasuk berhak menominasikan mata budaya untuk dicantumkan dalam daftar yang segera membutuhkan bantuan UNESCO.
Namun hal di atas mendapatkan respon yang kurang dari pemerintah maupun masyarakat. Masih segar ingatan di kepala terkait banyaknya kasus yang menimpa budaya Indonesia. Maraknya klaim dari negeri tetangga tentang kebudayaan Indonesia seperti Reog dan Keris seharusnya menyadarkan kita tentang kondisi kebudayaan di Indonesia. Minimnya kesadaran pemerintah dan masyarakat akan kekayaan kebudayaan Indonesia telah mengakibatkan bangsa ini kehilangan jati diri bangsa (national character).
Jati diri bangsa atau karakter bangsa bisa digali dari keragaman budaya lokal di sekitar kita. Tanpa kita sadari banyak kebudayaan lokal yang berada di sekitar kita yang mulai terlupakan. Bisa kita ambil contoh banyaknya upacara adat tradisi yang saat ini mulai jarang dilakukan. Salah satunya budaya undangan yang dahulu dilakukan secara manual yang lebih bias meningkatkan silaturahmi dan rasa kekeluargaan yang menyebabkan adanya interaksi serta menjalin kedekatan emosional sekarang mulai digantikan dengan teknologi canggih seperti email dan SMS (Short Message Service). Pada prinsipnya budaya tersebut mempunyai nilai yang sangat luhur. Dan itu merupakan salah satu dari jati diri bangsa.
Melalui lomba ini kami mengajak untuk kembali lagi kita gali kebudayaan lokal yang berada di sekitar kita. karena tanpa kita sadari kita telah jauh meninggalkan kebudayaan lokal yang ada.
II. TUJUAN
Secara umum tujuan lomba esai dan artikel ini adalah untuk melibatkan para pelajar SLTA secara aktif dalam mengenali budaya sendiri di lingkungan SLTA
Secara khusus lomba karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk:
a. Memberi stimulusi kepada pelajar SLTA untuk menelorkan gagasan dan pemikiran kontekstual dalam bentuk karya tulis.
b. Mengadakan seleksi karya-karya monumental pelajar SLTA. Yang dapat sebagai khazanah keilmuan di lingkungan SLTA yang layak dipublikasikan secara luas.
c. Menumbuhkembangkan pemikiran-pemikiran kritis dari pelajar SLTA.
d. Menumbuhkan jiwa kritis dikalangan Pelajar SLTA yang mampu memberikan solusi alternatif secara cerdas dan ilmiah terhadap problem-problem sosial.
III. TEMA
Adapun tema yang dapat dipilih adalah: ”Kearifan Budaya Lokal”
IV. KRITERIA TULISAN
4.1 Topik/ Judul
Topik/ Judul dapat ditentukan sendiri namun harus sesuai dengan tema bahasan.
4.2 Sifat dan isi tulisan
1. Subtansi sesuai dengan tema
2. Kreatif dan objektif
3. Logis dan sistematis
4.3 Sistematika dan format penulisan
1. Artikel
2. Esai
4.4 Format
a. Font : Times New Roman.
b. Spasi 1,5.
c. Ukuran kertas A4.
d. Jumlah halaman : minimal 2 halaman
e. Batas pengetikan: samping kiri 2,5 cm, samping kanan 2,5 cm, batas atas dan batas bawah masing- masing 2,5 cm.
4.5 Orisinalitas
Penulis menjamin bahwa karya tulis ilmiah merupakan karya sendiri (bukan plagiasi) dan belum pernah dipublikasikan.
4.6 Hak Publikasi
Panitia diberikan hak dan wewenang untuk mempublikasikan setiap karya tulis ilmiah pemenang lomba.
4.7 Penyerahan
Pengiriman karya tulis yang akan dilombakan paling lambat diperpanjang sampai tanggal 13 Maret 2011.
Pengiriman naskah dialamatkan kepada: “Panitia Lomba Artikel, Esai, dan Mading 3 Dimensi STKIP PGRI Blitar” dengan alamat: Jl. Kalimantan no. 111 Kec. Sananwetan Kota Blitar.
V. PESERTA
5.1. Peserta Lomba Karya adalah SMA/MA/SMK se-Mataraman
5.2. Setiap peserta hanya diperkenankan untuk mengikutsertakan satu tulisan.
5.3. Setiap sekolah dapat mengirimkan lebih dari satu karya
5.4. Peserta belum pernah mempresentasikan karya tulis yang sama pada lomba lain atau mempublikasikannya dalam bentuk apapun.
VI. ADMINISTRASI PESERTA
Peserta membayar uang administrasi sebesar Rp 30.000 tiap karya tulis, baik peserta kelompok maupun individu.
VII. PENGHARGAAN
Tiga karya tulis ilmiah terbaik sebagai pemenang I, II, dan III akan diberikan tropi, Piagam Penghargaan, dan Uang Pembinaan.
N.B :
UNTUK PEMENANG LOMBA ARTIKEL MENDAPATKAN HADIAH BERUPA TABUNGAN DARI BANK JATIM, TROPY DAN PIAGAM PENGHARGAAN.
VIII. PENILAIAN
Tim penilai karya tulis ini terdiri dari kalangan akademisi dan jurnalis yang berkompeten dibidangnya.
Dari seluruh karya ilmiah yang akan diterima akan diseleksi dan dicari 10 peringkat teratas yang akan diudang untuk mempresentasikan karya ilmiahnya di STKIP PGRI Blitar pada tanggal 20 Maret 2011
IX. INFORMASI UMUM
Contact Person
Tori : 081 937 879 649
Indonesia selama ini dikenal sebagai negara yang mempunyai ragam suku dan budaya. tercatat lebih dari puluhan macam suku yang tersebar di Indonesia. Mulai dari sabang hingga merauke mereka hidup dalam satu kebangsaan. Keragamaan suku dan budaya inilah yang menjadikan Indonesia memiliki daya tawar lebih dari negara lain dalam hal kebudayaan. Hal ini sudah diakui oleh dunia. Bahkan dunia menghargai dan menghormati Indonesia bukan karena prestasi ekonomi, olahraga, apalagi politik, tetapi karena kekayaan budayanya yang adiluhung.
Badan dunia UNESCO telah memasukkan wayang dan keris Indonesia sebagai “Masterpiece dunia” atau sebagi intangible cultural heritage, atau warisan budaya tak benda. Konvensi untuk melindungi warisan budaya tak benda oleh UNESCO kemudian diratifikasi Indonesia menjadi PP No. 78 tahun 2007, dan terhitung sejak 15 januari 2008 indonesia berhak menjadi Negara anggota tersebut. Termasuk berhak menominasikan mata budaya untuk dicantumkan dalam daftar yang segera membutuhkan bantuan UNESCO.
Namun hal di atas mendapatkan respon yang kurang dari pemerintah maupun masyarakat. Masih segar ingatan di kepala terkait banyaknya kasus yang menimpa budaya Indonesia. Maraknya klaim dari negeri tetangga tentang kebudayaan Indonesia seperti Reog dan Keris seharusnya menyadarkan kita tentang kondisi kebudayaan di Indonesia. Minimnya kesadaran pemerintah dan masyarakat akan kekayaan kebudayaan Indonesia telah mengakibatkan bangsa ini kehilangan jati diri bangsa (national character).
Jati diri bangsa atau karakter bangsa bisa digali dari keragaman budaya lokal di sekitar kita. Tanpa kita sadari banyak kebudayaan lokal yang berada di sekitar kita yang mulai terlupakan. Bisa kita ambil contoh banyaknya upacara adat tradisi yang saat ini mulai jarang dilakukan. Salah satunya budaya undangan yang dahulu dilakukan secara manual yang lebih bias meningkatkan silaturahmi dan rasa kekeluargaan yang menyebabkan adanya interaksi serta menjalin kedekatan emosional sekarang mulai digantikan dengan teknologi canggih seperti email dan SMS (Short Message Service). Pada prinsipnya budaya tersebut mempunyai nilai yang sangat luhur. Dan itu merupakan salah satu dari jati diri bangsa.
Melalui lomba ini kami mengajak untuk kembali lagi kita gali kebudayaan lokal yang berada di sekitar kita. karena tanpa kita sadari kita telah jauh meninggalkan kebudayaan lokal yang ada.
II. TUJUAN
Secara umum tujuan lomba esai dan artikel ini adalah untuk melibatkan para pelajar SLTA secara aktif dalam mengenali budaya sendiri di lingkungan SLTA
Secara khusus lomba karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk:
a. Memberi stimulusi kepada pelajar SLTA untuk menelorkan gagasan dan pemikiran kontekstual dalam bentuk karya tulis.
b. Mengadakan seleksi karya-karya monumental pelajar SLTA. Yang dapat sebagai khazanah keilmuan di lingkungan SLTA yang layak dipublikasikan secara luas.
c. Menumbuhkembangkan pemikiran-pemikiran kritis dari pelajar SLTA.
d. Menumbuhkan jiwa kritis dikalangan Pelajar SLTA yang mampu memberikan solusi alternatif secara cerdas dan ilmiah terhadap problem-problem sosial.
III. TEMA
Adapun tema yang dapat dipilih adalah: ”Kearifan Budaya Lokal”
IV. KRITERIA TULISAN
4.1 Topik/ Judul
Topik/ Judul dapat ditentukan sendiri namun harus sesuai dengan tema bahasan.
4.2 Sifat dan isi tulisan
1. Subtansi sesuai dengan tema
2. Kreatif dan objektif
3. Logis dan sistematis
4.3 Sistematika dan format penulisan
1. Artikel
2. Esai
4.4 Format
a. Font : Times New Roman.
b. Spasi 1,5.
c. Ukuran kertas A4.
d. Jumlah halaman : minimal 2 halaman
e. Batas pengetikan: samping kiri 2,5 cm, samping kanan 2,5 cm, batas atas dan batas bawah masing- masing 2,5 cm.
4.5 Orisinalitas
Penulis menjamin bahwa karya tulis ilmiah merupakan karya sendiri (bukan plagiasi) dan belum pernah dipublikasikan.
4.6 Hak Publikasi
Panitia diberikan hak dan wewenang untuk mempublikasikan setiap karya tulis ilmiah pemenang lomba.
4.7 Penyerahan
Pengiriman karya tulis yang akan dilombakan paling lambat diperpanjang sampai tanggal 13 Maret 2011.
Pengiriman naskah dialamatkan kepada: “Panitia Lomba Artikel, Esai, dan Mading 3 Dimensi STKIP PGRI Blitar” dengan alamat: Jl. Kalimantan no. 111 Kec. Sananwetan Kota Blitar.
V. PESERTA
5.1. Peserta Lomba Karya adalah SMA/MA/SMK se-Mataraman
5.2. Setiap peserta hanya diperkenankan untuk mengikutsertakan satu tulisan.
5.3. Setiap sekolah dapat mengirimkan lebih dari satu karya
5.4. Peserta belum pernah mempresentasikan karya tulis yang sama pada lomba lain atau mempublikasikannya dalam bentuk apapun.
VI. ADMINISTRASI PESERTA
Peserta membayar uang administrasi sebesar Rp 30.000 tiap karya tulis, baik peserta kelompok maupun individu.
VII. PENGHARGAAN
Tiga karya tulis ilmiah terbaik sebagai pemenang I, II, dan III akan diberikan tropi, Piagam Penghargaan, dan Uang Pembinaan.
N.B :
UNTUK PEMENANG LOMBA ARTIKEL MENDAPATKAN HADIAH BERUPA TABUNGAN DARI BANK JATIM, TROPY DAN PIAGAM PENGHARGAAN.
VIII. PENILAIAN
Tim penilai karya tulis ini terdiri dari kalangan akademisi dan jurnalis yang berkompeten dibidangnya.
Dari seluruh karya ilmiah yang akan diterima akan diseleksi dan dicari 10 peringkat teratas yang akan diudang untuk mempresentasikan karya ilmiahnya di STKIP PGRI Blitar pada tanggal 20 Maret 2011
IX. INFORMASI UMUM
Contact Person
Tori : 081 937 879 649
Sabtu, 22 Januari 2011
LOMBA JURNALISTIK TINGKAT SMA SEDERAJAD SE-MATARAMAN 2011. ( lomba artikel, lomba esay dan lomba mading 3 dimensi)
A. DASAR PEMIKIRAN
Budaya merupakan salah satu asset Negara yang dapat membantu menambah nilai sosial maupun ekonomi Negara. Di era masa kini yang serba maju, serba mewah dan serba instan, menjadikan Semakin bertambahnya budaya yang di tinggalkan oleh masyarakat karena dijajah oleh budaya asing yang masuk ke dalam kehidupan masyarakat, hingga akhirnya budaya asli Indonesia akan terpinggirkan. Indonesia mempunyai beragam budaya lokal yang sangat unik, berbeda dan menarik, jika budaya-budaya tersebut dijaga dan dikembangkan maka akan membantu Negara ini untuk memulihkan kestabilitasan nilai ekonomi.
Meskipun budaya lokal, tetapi kebudayaan Indonesia mempunyai nilai ekonomi dan daya tarik yang cukup tinggi, salah satu bukti adalah beberapa budaya kita yang pernah di klaim sebagai budaya Negara lain. Hal itu menandakan bahwa Indonesia masih kaya akan budaya yang banyak di incar Negara lain.
Melalui lomba Jurnalistik ini, sebagai pers mahasiswa kami mencoba untuk mengangkat tema “Ke’arifan Budaya Lokal” sebagai wujud kepedulian kami terhadap budaya lokal di Indonesia. Dengan kegiatan ini kami juga mencoba mengadakan perlombaan yang dapat diikuti oleh siswa-siswi SMA sederajad agar nantinya dapat memberikan motivasi bagi mereka untuk lebih menyayangi dan menjaga budaya asli Indonesia.
B. NAMA DAN TEMA KEGIATAN
Nama dari kegiatan ini adalah:
LOMBA JURNALISTIK TINGKAT SMA SEDERAJAD
SE-MATARAMAN
(Tulungagung, Blitar, Kediri, Jombang, Pacitan, Ponorogo, Madiun, Trenggalek)
Tema
“KE’ARIFAN BUDAYA LOKAL”
C. MACAM-MACAM PERLOMBAAN
1. Lomba Penulisan Esay
2. Lomba Penulisan Artikel
3. Lomba Madding 3 Dimensi
D. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
1. Lomba Jurnalistik Tingkat SMA Sederajad se-Mataraman ini dilaksanakan pada hari Minggu, 20 Maret 2011 Jam 08.00 s.d selesai.
2. Kegiatan ini bertempat di Gedung A Kampus STKIP PGRI Blitar.
E. DASAR PELAKSANAAN KEGIATAN.
1. SK MENDIKBUD No. 155 tahun 1998 tentang Organisasi Kemahasiswaan.
2. AD/ART ORMAWA STKIP PGRI Blitar tentang kegiatan Kemahasiswaan.
3. Program Kerja UKM LKPM STKIP PGRI Blitar.
4. Rapat anggota UKM LKPM.
F. TUJUAN KEGIATAN
1. Mengenalkan STKIP PGRI Blitar kepada masyarakat luas
2. Menanamkan rasa kepedulian terhadap budaya lokal
3. Memberikan sarana kompetisi tentang jurnalistik yang sportif
4. Menumbuhkembangkan kreatifita siswa/siswi.
5. Mengenalkan lebih jauh tentang UKM LKPM STKIP PGRI Blitar
G. PELAKSANA KEGIATAN
Adapun pelaksana dalam Lomba Jurnalistik Tingkat SMA Sederajad se-Mataraman adalah UKM LKPM STKIP PGRI Blitar bekerja sama dengan PPMI Dewan Kota Tulungagung.
H. PERATURAN DAN PERSYARATAN PERLOMBAAN ESAY DAN ARTIKEL
1. Lomba Esay dan Artikel diketik pada kertas A4 font Times New Roman 12 spasi 1,5. Maksimal 5000 karakter.
2. Karya yang dilombakan adalah karya asli yang belum pernah dipublikasikan dan bukan saduran.
3. Pengiriman karya dilampirkan nama lengkap, asal sekolah, photo copy kartu tanda pelajar, alamat lengkap, no.HP dan foto copy bukti pembayaran dari Bank.
4. Peserta perorangan.
5. Karya digandakan 3 dan dikirim melalui pos ke alamat UKM LKPM STKIP PGRI Blitar, Jl. Kalimantan 111 Blitar. Paling lambat tanggal 13 Maret 2011. Ataupun dikirim langsung ke ruang SEMA STKIP PGRI Blitar.
6. Peserta wajib membayar uang Pendaftaran sebelum tanggal 10 Maret 2011 dan daftar ulang melalui sms.
7. Peserta yang masuk 10 besar akan mengikuti babak final untuk mempresentasikan karyanya pada tanggal 20 Maret 2011 di Gedung A Kampus STKIP PGRI Blitar.
8. UNTUK PEMENANG LOMBA ARTIKEL MENDAPATKAN HADIAH BERUPA TABUNGAN DARI BANK JATIM, TROPY DAN PIAGAM PENGHARGAAN.
I. PERATURAN LOMBA MADDING 3 DIMENSI
1. Setiap kelompok terdiri dari 3 orang
2. Tema “KE’ARIFAN BUDAYA LOKAL”
3. Ukuran alas madding minimal 1 m².
4. Membawa perlengkapan sendiri
5. Penyusunan madding dilaksanakan dikampus STKIP PGRI Blitar pada tanggal 20 Maret 2011.
6. Peserta wajib membayar uang pendaftaran sebelum tanggal 10 Maret 2011 dan daftar ulang melalui sms.
J. HADIAH
Juara 1, 2 dan 3 mendapatkan Tropy + Uang Pembinaan dan Piagam Penghargaan.
10 besar pada perlombaan Esay dan Artikel mendapat Piagam Penghargaan.
NB. PEMENANG LOMBA ARTIKEL MENDAPATKAN HADIAH TABUNGAN DARI BANK JATIM, TROPY DAN PIAGAM PENGHARGAAN.
K. PENDAFTARAN
Pendaftaran sebesar Rp. 30.000/ setiap perlombaan, melalui Bank Jatim ke Rekening: 0142640791 atas nama Cholip Lutfiana. atau langsung ke sekretariatan UKM LKPM di ruang SEMA STKIP PGRI Blitar.
Contact persons:
Ahmad Muhtori : 0819 3787 9649
Bramanta Putra : 0812 3418 1759
Sri Ayuningtyas : 0856 4933 9606
Budaya merupakan salah satu asset Negara yang dapat membantu menambah nilai sosial maupun ekonomi Negara. Di era masa kini yang serba maju, serba mewah dan serba instan, menjadikan Semakin bertambahnya budaya yang di tinggalkan oleh masyarakat karena dijajah oleh budaya asing yang masuk ke dalam kehidupan masyarakat, hingga akhirnya budaya asli Indonesia akan terpinggirkan. Indonesia mempunyai beragam budaya lokal yang sangat unik, berbeda dan menarik, jika budaya-budaya tersebut dijaga dan dikembangkan maka akan membantu Negara ini untuk memulihkan kestabilitasan nilai ekonomi.
Meskipun budaya lokal, tetapi kebudayaan Indonesia mempunyai nilai ekonomi dan daya tarik yang cukup tinggi, salah satu bukti adalah beberapa budaya kita yang pernah di klaim sebagai budaya Negara lain. Hal itu menandakan bahwa Indonesia masih kaya akan budaya yang banyak di incar Negara lain.
Melalui lomba Jurnalistik ini, sebagai pers mahasiswa kami mencoba untuk mengangkat tema “Ke’arifan Budaya Lokal” sebagai wujud kepedulian kami terhadap budaya lokal di Indonesia. Dengan kegiatan ini kami juga mencoba mengadakan perlombaan yang dapat diikuti oleh siswa-siswi SMA sederajad agar nantinya dapat memberikan motivasi bagi mereka untuk lebih menyayangi dan menjaga budaya asli Indonesia.
B. NAMA DAN TEMA KEGIATAN
Nama dari kegiatan ini adalah:
LOMBA JURNALISTIK TINGKAT SMA SEDERAJAD
SE-MATARAMAN
(Tulungagung, Blitar, Kediri, Jombang, Pacitan, Ponorogo, Madiun, Trenggalek)
Tema
“KE’ARIFAN BUDAYA LOKAL”
C. MACAM-MACAM PERLOMBAAN
1. Lomba Penulisan Esay
2. Lomba Penulisan Artikel
3. Lomba Madding 3 Dimensi
D. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
1. Lomba Jurnalistik Tingkat SMA Sederajad se-Mataraman ini dilaksanakan pada hari Minggu, 20 Maret 2011 Jam 08.00 s.d selesai.
2. Kegiatan ini bertempat di Gedung A Kampus STKIP PGRI Blitar.
E. DASAR PELAKSANAAN KEGIATAN.
1. SK MENDIKBUD No. 155 tahun 1998 tentang Organisasi Kemahasiswaan.
2. AD/ART ORMAWA STKIP PGRI Blitar tentang kegiatan Kemahasiswaan.
3. Program Kerja UKM LKPM STKIP PGRI Blitar.
4. Rapat anggota UKM LKPM.
F. TUJUAN KEGIATAN
1. Mengenalkan STKIP PGRI Blitar kepada masyarakat luas
2. Menanamkan rasa kepedulian terhadap budaya lokal
3. Memberikan sarana kompetisi tentang jurnalistik yang sportif
4. Menumbuhkembangkan kreatifita siswa/siswi.
5. Mengenalkan lebih jauh tentang UKM LKPM STKIP PGRI Blitar
G. PELAKSANA KEGIATAN
Adapun pelaksana dalam Lomba Jurnalistik Tingkat SMA Sederajad se-Mataraman adalah UKM LKPM STKIP PGRI Blitar bekerja sama dengan PPMI Dewan Kota Tulungagung.
H. PERATURAN DAN PERSYARATAN PERLOMBAAN ESAY DAN ARTIKEL
1. Lomba Esay dan Artikel diketik pada kertas A4 font Times New Roman 12 spasi 1,5. Maksimal 5000 karakter.
2. Karya yang dilombakan adalah karya asli yang belum pernah dipublikasikan dan bukan saduran.
3. Pengiriman karya dilampirkan nama lengkap, asal sekolah, photo copy kartu tanda pelajar, alamat lengkap, no.HP dan foto copy bukti pembayaran dari Bank.
4. Peserta perorangan.
5. Karya digandakan 3 dan dikirim melalui pos ke alamat UKM LKPM STKIP PGRI Blitar, Jl. Kalimantan 111 Blitar. Paling lambat tanggal 13 Maret 2011. Ataupun dikirim langsung ke ruang SEMA STKIP PGRI Blitar.
6. Peserta wajib membayar uang Pendaftaran sebelum tanggal 10 Maret 2011 dan daftar ulang melalui sms.
7. Peserta yang masuk 10 besar akan mengikuti babak final untuk mempresentasikan karyanya pada tanggal 20 Maret 2011 di Gedung A Kampus STKIP PGRI Blitar.
8. UNTUK PEMENANG LOMBA ARTIKEL MENDAPATKAN HADIAH BERUPA TABUNGAN DARI BANK JATIM, TROPY DAN PIAGAM PENGHARGAAN.
I. PERATURAN LOMBA MADDING 3 DIMENSI
1. Setiap kelompok terdiri dari 3 orang
2. Tema “KE’ARIFAN BUDAYA LOKAL”
3. Ukuran alas madding minimal 1 m².
4. Membawa perlengkapan sendiri
5. Penyusunan madding dilaksanakan dikampus STKIP PGRI Blitar pada tanggal 20 Maret 2011.
6. Peserta wajib membayar uang pendaftaran sebelum tanggal 10 Maret 2011 dan daftar ulang melalui sms.
J. HADIAH
Juara 1, 2 dan 3 mendapatkan Tropy + Uang Pembinaan dan Piagam Penghargaan.
10 besar pada perlombaan Esay dan Artikel mendapat Piagam Penghargaan.
NB. PEMENANG LOMBA ARTIKEL MENDAPATKAN HADIAH TABUNGAN DARI BANK JATIM, TROPY DAN PIAGAM PENGHARGAAN.
K. PENDAFTARAN
Pendaftaran sebesar Rp. 30.000/ setiap perlombaan, melalui Bank Jatim ke Rekening: 0142640791 atas nama Cholip Lutfiana. atau langsung ke sekretariatan UKM LKPM di ruang SEMA STKIP PGRI Blitar.
Contact persons:
Ahmad Muhtori : 0819 3787 9649
Bramanta Putra : 0812 3418 1759
Sri Ayuningtyas : 0856 4933 9606
Jumat, 14 Januari 2011
TENTANG ARTIKEL, ESAY DSB
MENULIS OPINI[*]
A. Pengantar
Menulis adalah sesuatu yang penting. Mungkin ada yang tidak percaya dengan pernyataan bahwa tulisan sangat penting. Bahyak para ahli yang sepakat bahwa tulisan merupakan sesuatu yang sangat vital. Kita bisa melihat pemikiran-pemikiran yang ada zaman yunani kuno, romawi kuno, sampai sekarang, kita tetap mengetahui pemikiranya melalui tulisanya.
Dalam kehidupan beragama, semua agama pasti punya yang namanya kitab suci. Kitab suci itu merupakan kumpulan sebuah teks dan teks itu merupakan wahyu. Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa tulisan dapat mengabadikan sebuah ajaran agama.
Begitu juga dengan pikiran, yang tertuliskan dalam sebuah teks akan tetap bisa dikenang sepanjang masa, ini tidaklah membesar-besar tulisan ini. Tentunya kita ingat dengan Soe Hok Gie, dan juga Ahmad Wahib, kedua tokoh aktivis ini telah meninggal tetapi walaupun sudah meninggal kita tetap bisa mengetahui pemikiran. Maka tak heran jika al-Ghazali mengatakan sepudar-pudarnya tulisan masih lebih baik daripada pikiran yang baik namun tak terlestarikan.
Untuk itu mari menulis dengan segala sesuatu yang kita ketahui dan kita fikirkan teringat sebuah ungkapan scripta manent verba volant (Yang tertulis akan mengabadi, yang terucap akan berlalu bersama angin).
B. Opini ?????
Tentu kita semua pernah membuka-buka sebuah produk media massa. Bisa itu berupa koran, majalah, tabloid, bulletin. Dan akan kita lihat tulisan-tulisan yang disediakan oleh perusahaan yang menerbitkanya atau biasanya kita mengenalnya dengan rubrik.
Pada dasarnya tulisan jurnalistik secara garis besar bisa dikelompokan menjadi dua yaitu news dan views. News adalah berita yang dalam penulisanya harus seobjektif mungkin dan pendapat pribadi tidak boleh dicampur adaukan. Sedangkan views adalah segala sesuatu yang bersifat opini (pendapat).
Opini menurut kamus Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh pusat bahasa departemen pendidikan nasional, adalah pendapat; pikiran; pendirian. Dari sini dapat diketahui bahwa bila berita adalah sebagai hasil rekonstruksi peristiwa tidak semikian dengan opini. Opini bukanlah rekonstruksi dari sebuah peristiwa. Tetapi lebih pada penilaian dari sebuah fakta, jadi dapat disimpulkan terdapat unsur-unsur subjektif dari penulis.
Kita bisa mengetahui bahwa tulisan itu sebuah opini dari tulisan itu sendiri biasanya tulisan opini itu mewakili mewakili pendapat si penulis bisa itu hasil dari sebua analisisnya dari sebuah fakta. Selain pendapat si penulis juga ada unsure subjektifitas, bahkan jika tulisan itu dimaksudkan sebagai analisis maupun pengamatan yang objektif. Dan juga yang tidak ketinggalan adalah persuasif yaitu dimaksudkan untuk mempengaruhi pembaca agar mengadopsi pemikiran dan sikap penulis, bahkan bertindak sesuai sengan apa yang diharapkan penulis.
Dalam opini tentu kita juga akan mengenal yang menulis opini. Bisa itu dari pembaca ataupun juga dari lembaga yang menerbitkanya (redaksi). Dalam media massa yang ada sekarang tentu kita akan melihat rubrik pojok, tajuk rencana (editorial), ini adalah bentuk opini dari lembaga yang menerbitkanya (redaksi). Sedangkan kolom (esai), resensi, dan surat pembaca adalah opini dari luar.
Ide tidak datang dari langit
Kadang-kadang kita bingung apa yang akan ditulis? Sebenarnya ide tentang apa yang akan ditulis itu sudah ada di sekitar kita. Tinggal bagaimana kita bisa menangkap ide itu.
Kepekaan
Untuk mendapatkan ide tentu saja kita harus peka dengan segala sesuatu yang ada disekitar kita. Berita yang bersumber dari televisi, Koran, majalah, bias memunculkan inspirasi untuk menulis.
Untuk mendukung kepekaan, tentu saja dengan membaca segala jenis tulisan baik fiksi maupun non fiksi. Karena untuk mempertajam instuisi, membaca juga merupakan jalan untuk menambah wawasan dan referensi.
Dalam bentuk lain, ngobrol, diskusi di warung kopi, juga bisa mengasah kepekaan analisis kita, sekaligus memperluas cakrawala dan jaringan social.
Menyambar Isu
Dari proses mengasah kepekaan dengan diskusi diwarung kopi misalnya, akan timbul ide memulai sebuah tulisan. Isu-isu yang didiskusikan setiap hari merupakan modal awal untuk menulis. Ibarat makanan merupakan santapan empuk berupa paha ayam goreng.
Misalnya tentang Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).
Para penulis yang sudah peka sudah pasti langsung memakan makanan yang yang empuk ini atau isu yang “seksi” ini. Kita bisa menulis dengan pendekatan/ angle yang agak berbeda. Contohnya, bagaimana masyarakat belum siap denga SBI, karena akan memunculkan diskriminasi dalam pendidikan karena tarifnya juga distandarkan internasional. Ini menyebabkan si miskin tidak bisa menikmati pendidikan, setelah ini digeser ke isu soal birokrasi di pemerintahan, dan lain-lainya.
Artikel
Ada sedikit kesalahpahaman dalam mengartikan istilah artikel. Banyak orang menganggap bahwa artikel ialah semua tulisan yang terdapat di media cetak, tanpa mempedulikan bentuknya. Hal ini juga yang dipercaya oleh sebagian masyarakat Amerika dan Eropa pada tahun 1950-an. Namun, setelah profesi tulis-menulis mengalami perkembangan, mulailah dibedakan antara tulisan yang berisi laporan peristiwa (berita), tulisan berisi pendapat pribadi (opini), tulisan yang bersifat human interest (karangan khas), dan tulisan yang berisi pendirian subjektif terhadap suatu masalah (artikel).
Selanjutnya pada tahun tahun 1980 para jurnalis Amerika sepakat untuk memakai istilah artikel bagi tulisan yang berisi pendapat, sikap, atau pendirian subjektif mengenai masalah yang sedang dibahas disertai dengan alasan dan bukti yang mendukung pendapatnya.
Definisi artikel inilah yang harus dipahami sebelum seseorang memutuskan untuk menulis artikel. Sekarang artikel merupakan karya jurnalistik yang menyerupai karya ilmiah. Ada juga yang mengatakan karya ilmiah. Karena dalam artikel susunan penulisanya seperti halnya karya ilmiah. Ada batasan masalah, yang selanjutnya diurai dalam bentuk tulisan. Juga dimungkinkan ada problem solving. Bahasa yang digunakanpun bahasa ilmiah-baku, namun tidak kaku. Jadi dalam menulis artikel yang pertama kali adalah menentukan permasalahan yang akan diurai.
Kolom (Esai)
Pada dasarnya penulisan kolom merupakan penuangan hasil interpretasi atau pendapat orang lain, kemudian dianalisa sehingga muncul intrepetasi baru berupa idea.
Menulis kolom (esai) berbeda dengan menulis karya ilmiah. Sama halnya dengan menulis artikel, menulis kolom (esai) diperlukan permasalahan yang akan diuraikan. Dan sistematis permasalahan, ini agar tulisan lebih mudah dipahami. Dalam menulis kan kolom (esai) bahasa yang dugunakan lentur, mudah dipahami dan santai.
Penulisan kolom (esai) bertujuan untuk mempengaruhi pandangan pembaca mengenai sesuatu hal sehingga pembaca tersebut akan berpendapat sama.
Dalam menulis kolom (esai), karakter penulis tercerminkan dalam penulisan kolom (esai), bahkan masing-masing penulis punya kekhasan sendiri. Misalnya, mahbub Djunaedi kolomnis diera 80-an ini lebih khas dengan gaya humor/ satir, Umar Kayam lebih khas dengan dialog, sedangkan goenawan Mohamad dengan gaya reflektif. Seorang kolomnis bisa dari kalangan seniman, budayawan, ilmuan, atau juga tokoh terkenal lainya.
Editorial (Tajuk Rencana)
Suatu karya tulis yang merupakan pandangan redaksi terhadap suatu fakta/ realitas dinamakan editorial. Karena merupakan pandangan redaksi maka editorial bersangkutan dengan penilaian redaksi. Editorial memuat fakta dan opini yang disusun secara singkat dan logis.
Tulisan ini serupa dengan kolom (esai). Dalam arti editorial dibuat dengan tujuan untuk mempengaruhi, merubah prilaku, menggerakan maupun mendorong. Bedanya kalau kolom (esai) ditulis atas anama pribadi kalau editorial atas anama redaksi. Dengan begitu segala akibat yang ditimbulkan dari tulisan merupakan tanggung jawab penuh dari media yang bersangkutan. Biasanya editorial umumnya ditulis oleh wartawan senior atau yang lebih profesional dan berpengalaman.
Lewat editorial inilah, redaksi ingin memperlihatkan bagaimana media memandang sesuatu masalah. Walau tidak turun langsung ke lapangan mereka memantau informasi yang ada untuk kemudian didiskusikan dan membuahkan sikap redaksi.
C. Catatan Akhir
Menulis opini berarti menyebarluaskan gagasan kita. Dengan menulis opini berarti telah mentransfer ide dan gagasan ke publik. Dengan tujuan akhir gagasan itu diterima dan diperdebatkan.
Karena itulah menulis opini sesungguhnya mengasah otak, menajamkan pikiran, serta analisa, dan menantang munculnya ide-ide baru, juga menantang pendapat orang dengan argumentasi yang siap diperpdebatkan. Menulis opini berarti memberikan wawasan dan pengetahuan untuk orang lain.
Kekuatan opini terletak pada keringkasanya. Tulisannya umumnya satu halaman majalah, koran, atau dua kolom. Sehingga bisa ditelan sekali lahab (sekali baca tanpa interupsi).
Demikian tulisan ini saya buat, bila ada kurangnya saya mohon maaf. Ini hanyalah tulisan saling berbagi yang saya ketahui sekaligus pengantar untuk kawan-kawan semua yang ingin berproses di jurnalistik khususnya Pers Mahasiswa.
Blitar, 22 Oktober 2010
[*] Disamapaikan pada Diklat LKPM Galaxy STKIP Blitar 15 Februari 2011
§ Dewan Etik Nasional PPMI 2010-2012, aktivitas di dunia maya www.santridesa.co.cc email/ FB: asrofi_blitar@yahoo.co.id
Langganan:
Postingan (Atom)



