I. DASAR PEMIKIRAN
Indonesia selama ini dikenal sebagai negara yang mempunyai ragam suku dan budaya. tercatat lebih dari puluhan macam suku yang tersebar di Indonesia. Mulai dari sabang hingga merauke mereka hidup dalam satu kebangsaan. Keragamaan suku dan budaya inilah yang menjadikan Indonesia memiliki daya tawar lebih dari negara lain dalam hal kebudayaan. Hal ini sudah diakui oleh dunia. Bahkan dunia menghargai dan menghormati Indonesia bukan karena prestasi ekonomi, olahraga, apalagi politik, tetapi karena kekayaan budayanya yang adiluhung.
Badan dunia UNESCO telah memasukkan wayang dan keris Indonesia sebagai “Masterpiece dunia” atau sebagi intangible cultural heritage, atau warisan budaya tak benda. Konvensi untuk melindungi warisan budaya tak benda oleh UNESCO kemudian diratifikasi Indonesia menjadi PP No. 78 tahun 2007, dan terhitung sejak 15 januari 2008 indonesia berhak menjadi Negara anggota tersebut. Termasuk berhak menominasikan mata budaya untuk dicantumkan dalam daftar yang segera membutuhkan bantuan UNESCO.
Namun hal di atas mendapatkan respon yang kurang dari pemerintah maupun masyarakat. Masih segar ingatan di kepala terkait banyaknya kasus yang menimpa budaya Indonesia. Maraknya klaim dari negeri tetangga tentang kebudayaan Indonesia seperti Reog dan Keris seharusnya menyadarkan kita tentang kondisi kebudayaan di Indonesia. Minimnya kesadaran pemerintah dan masyarakat akan kekayaan kebudayaan Indonesia telah mengakibatkan bangsa ini kehilangan jati diri bangsa (national character).
Jati diri bangsa atau karakter bangsa bisa digali dari keragaman budaya lokal di sekitar kita. Tanpa kita sadari banyak kebudayaan lokal yang berada di sekitar kita yang mulai terlupakan. Bisa kita ambil contoh banyaknya upacara adat tradisi yang saat ini mulai jarang dilakukan. Salah satunya budaya undangan yang dahulu dilakukan secara manual yang lebih bias meningkatkan silaturahmi dan rasa kekeluargaan yang menyebabkan adanya interaksi serta menjalin kedekatan emosional sekarang mulai digantikan dengan teknologi canggih seperti email dan SMS (Short Message Service). Pada prinsipnya budaya tersebut mempunyai nilai yang sangat luhur. Dan itu merupakan salah satu dari jati diri bangsa.
Melalui lomba ini kami mengajak untuk kembali lagi kita gali kebudayaan lokal yang berada di sekitar kita. karena tanpa kita sadari kita telah jauh meninggalkan kebudayaan lokal yang ada.
II. TUJUAN
Secara umum tujuan lomba esai dan artikel ini adalah untuk melibatkan para pelajar SLTA secara aktif dalam mengenali budaya sendiri di lingkungan SLTA
Secara khusus lomba karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk:
a. Memberi stimulusi kepada pelajar SLTA untuk menelorkan gagasan dan pemikiran kontekstual dalam bentuk karya tulis.
b. Mengadakan seleksi karya-karya monumental pelajar SLTA. Yang dapat sebagai khazanah keilmuan di lingkungan SLTA yang layak dipublikasikan secara luas.
c. Menumbuhkembangkan pemikiran-pemikiran kritis dari pelajar SLTA.
d. Menumbuhkan jiwa kritis dikalangan Pelajar SLTA yang mampu memberikan solusi alternatif secara cerdas dan ilmiah terhadap problem-problem sosial.
III. TEMA
Adapun tema yang dapat dipilih adalah: ”Kearifan Budaya Lokal”
IV. KRITERIA TULISAN
4.1 Topik/ Judul
Topik/ Judul dapat ditentukan sendiri namun harus sesuai dengan tema bahasan.
4.2 Sifat dan isi tulisan
1. Subtansi sesuai dengan tema
2. Kreatif dan objektif
3. Logis dan sistematis
4.3 Sistematika dan format penulisan
1. Artikel
2. Esai
4.4 Format
a. Font : Times New Roman.
b. Spasi 1,5.
c. Ukuran kertas A4.
d. Jumlah halaman : minimal 2 halaman
e. Batas pengetikan: samping kiri 2,5 cm, samping kanan 2,5 cm, batas atas dan batas bawah masing- masing 2,5 cm.
4.5 Orisinalitas
Penulis menjamin bahwa karya tulis ilmiah merupakan karya sendiri (bukan plagiasi) dan belum pernah dipublikasikan.
4.6 Hak Publikasi
Panitia diberikan hak dan wewenang untuk mempublikasikan setiap karya tulis ilmiah pemenang lomba.
4.7 Penyerahan
Pengiriman karya tulis yang akan dilombakan paling lambat diperpanjang sampai tanggal 13 Maret 2011.
Pengiriman naskah dialamatkan kepada: “Panitia Lomba Artikel, Esai, dan Mading 3 Dimensi STKIP PGRI Blitar” dengan alamat: Jl. Kalimantan no. 111 Kec. Sananwetan Kota Blitar.
V. PESERTA
5.1. Peserta Lomba Karya adalah SMA/MA/SMK se-Mataraman
5.2. Setiap peserta hanya diperkenankan untuk mengikutsertakan satu tulisan.
5.3. Setiap sekolah dapat mengirimkan lebih dari satu karya
5.4. Peserta belum pernah mempresentasikan karya tulis yang sama pada lomba lain atau mempublikasikannya dalam bentuk apapun.
VI. ADMINISTRASI PESERTA
Peserta membayar uang administrasi sebesar Rp 30.000 tiap karya tulis, baik peserta kelompok maupun individu.
VII. PENGHARGAAN
Tiga karya tulis ilmiah terbaik sebagai pemenang I, II, dan III akan diberikan tropi, Piagam Penghargaan, dan Uang Pembinaan.
N.B :
UNTUK PEMENANG LOMBA ARTIKEL MENDAPATKAN HADIAH BERUPA TABUNGAN DARI BANK JATIM, TROPY DAN PIAGAM PENGHARGAAN.
VIII. PENILAIAN
Tim penilai karya tulis ini terdiri dari kalangan akademisi dan jurnalis yang berkompeten dibidangnya.
Dari seluruh karya ilmiah yang akan diterima akan diseleksi dan dicari 10 peringkat teratas yang akan diudang untuk mempresentasikan karya ilmiahnya di STKIP PGRI Blitar pada tanggal 20 Maret 2011
IX. INFORMASI UMUM
Contact Person
Tori : 081 937 879 649